Macan Tutul Hampir Punah


Pekalongan (ANTARA) - Jumlah macan tutul (Panthera Pardus) Di kawasan hutan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, saat ini terancam punah akibat perburuan liar.

Pengamat Lingkungan Comunity Forestry Kabupaten Pekalongan, Kendi, Rabu, mengemukakan, jumlah macan tutul di hutan Petungkriyono kian menurun, bahkan kini terancam punah.

Menurut dia, selain akibat perburuan liar, menurunnya jumlah populasi fauna endemik di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan itu juga disebabkan semakin terdesaknya lahan konservasi untuk kehidupan fauna tersebut.

Habitat macan tutul ini, katanya, kini diperkirakan masih berada di kawasan hutan Sawangan, Larangan, Kendeng, Soko Kembang yang masih dalam satu lingkungan kawasan hutan Petungkriyono.

Ia mengatakan, berkurangnya populasi macan tutul dan satwa lainnya dilindungi negara ini diharapkan menjadi keprihatinan semua pihak.

"Kami berharap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) lebih meningkatkan koordinasi dengan pihak lainnya untuk pengamanan satwa langka tersebut dari kepunahan," katanya.

Ia mengatakan saat ini jumlah macan tutul di kawasan hutan lindung Petungkriyono seluas 5.300 hektare hanya sekitar 18 ekor saja.

Padahal dari identifikasi "lacak jejak" dan "lacak bekas" yang dilakukan 2001- 2002, katanya, populasi macan tutul diperkirakan mencapai 32 ekor.

"Jumlah satwa langka akan semakin punah jika tidak ada antisipasi pengamanan karena perburuan liar masih sering terjadi di kawasan hutan tersebut," katanya.

WWF sendiri mengadakan kampanye global tentang macan yakni adalah kampanye global “Year of Tiger 2010” yang berlangsung hingga Februari 2011, WWF telah meluncurkan kampanye online untuk upaya penyelamatan harimau di dunia bertajuk “Tiger roar campaign.” Setiap staf WWF di seluruh dunia dan publik digerakkan untuk menyuarakan kepedulian mereka terhadap harimau dengan cara “mengaum.”

Ekpresi kepedulian publik tersebut akan dihitung dalam petisi WWF yang akan disampaikan kepada 13 pemimpin negara pemilik harimau (Tiger Range Countries-TRCs) di Tiger Summit pada November 2010. Aksi global tersebut diharapkan mampu mendorong para negosiator Tiger Summit menghasilkan keputusan yang tepat dan memastikan komitmen mereka untuk melipatgandakan populasi harimau alam pada 2022.“The Tiger Roar Campaign” saat ini dapat di akses di www.panda.org/roar. Melalui halaman ini, Anda dapat berpartisipasi memberikan “auman” kepedulian Anda melalui beragam cara. Anda dapat melakukannya secara ‘solo’ maupun dalam kelompok.

Partisipan dapat memasukkan gambar mereka saat mengaum atau video “auman” singkat mereka dan menguploadnya di YouTube atau Vimeo, lalu memberikan link video tersebut. Bahkan dengan cara yang sederhana sekalipun, yaitu dengan menuliskan pesan singkat di laman tersebut, Anda juga sudah dapat berpartisipasi pada kampanye ini.

Saatnya ekspresikan kepedulian Anda dengan “mengaum” sekarang!

0 komentar:

Posting Komentar